CIPTAKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

            Dengan terjadinya kemelut di Malaysia akhir ini, tentang  orang islam yang melarang umat kristiani menyabut asma Allah sebagai Tuhan, marilah kita kaji serta pahami agama secara saksama, agar kita lebih bisa menghayati agama masing-masing, dan tidah mudah terpancing emosi, yang memicu pertikaian dan permumusan antar umat beragama. Sesungguhnya semua agama adalah sama dalam hakikatnya, yaitu berisi tatanan yang mengatur terhadap sesamanya dan penciptanya, semua agama pasti berisikan tentang ajaran penyembahan terhadap Tuhan. Pecipta semesta alam. Semua agama pasti berdiri diatas landasan hukum suci, berdasarkan moral, demi terjaganya keseimbangan dan kesejahteraan kehidupan. Tetapi hal itu bukan berarti bahwa, semua agama adalah sama, sebangun, sewarna dan secitra. Keragaman agama justru merupakan keniscayaan dari kesempurnaan-Nya, sebagai sang pecipta, yang wajib disembah oleh semua bangsa, bahkan semua mahluk di alam raya yang tidak terhitung ragamnya. Adapun kawajiban umat beragama adalah: menjalankan ajaran agamanya dengan baik, dan mampu hidup rukun berdampingan dengan semua pemeluk agama, saling menghormati kepercayaan masing-masing.

            Sebagaimana ajaran Islam dalam hakikatnya tidaklah berbeda dengan ajaran Syiwa-Budha. Hanya nama-nama, bahasa serta tatanan dalam keduanya yang berbeda. Sebab sesungguhnya semua agama adalah satu dalam hakikat. Sekarang mari kita kaji dan renungkan secara saksama, sebetulnya yang disebut ‘’Yang Maha Baik” dan “Pangkal Keselamatan” di dalam keyakinan Syiwa-Budha, tidaklah berbeda dengan yang di sebut Allah Yang Maha baik(Al-Jamal),dan pangkal keselamatan As Salam di dalam Islam.

            Jika Syiwa, sebagai pangkal pencipta makhluk yang diciptanya disebut dengan nama Brahma, maka Allah, sebagai pangkal pecipta makhluk yang diciptanya disebut dengan nama al-Khaliq. Syiwa sebagai penguasa makhluk disebut dengan nama Prajapati. Allah sebagai penguasa makhluk disebut al-Malik-al-Mulki. Syiwa sebagai yang maha pengasih dan pemurah disebut Sankara. Allah sebagai yang maha pengasih dan pemurah disebut ar-Rakhman-ar-Rahim.

            Adapun lambang-lambang lingga yang dijadikan pratima dalam pemujaan terhadap Syiwa sebenarnya tidaklah berbeda dengan Ka’bah, batu yang dijadikan kiblat orang-orang islam didalam menyembah Allah. Jelaslah bahwa: Syiwalingga ataupun Ka’bah adalah lambang untuk menyelubungi rahsia keberadaan-Nya.sebab Syiwa ataupun Allah, dalam hakikatnya adalah Dia, Yang ilahi, yang maha tunggal, yang tidak terjangkau oleh akal dan tak tersentuh oleh indra. Yaitu dia, yang memiliki sifat Browo (wujud), Na Jayate (tak dilahirkan), Nittya (kekal),  Saswato (abadi), Purano(yang maha awal), Awyakta (tidak terbandingkan), Acintya (tidak terpikirkan),Sthanur (tidak berubah), Sarwagatab (maha ada), Aprameyasya (tidak terbatas),Widhi (maha tahu), Awinasi (tak termusnahkan),.

Tuhan adalah Maha Esa, pencipta segalanya, meliputi semesta alam, sumber dari segala sumber, sebagai dasar adanya alam semesta, segala yang ada baik yang tampak ataupun tidak berasal dari-Nya, mukhal apabila Sang mutlak itu mendua, sebetulnya ini lebih mudah untuk dipahami karena kesampurnaan-Nya.

            Sebenarnya manusialah yang memberikan nama untuk tuhan, dengan nama yang bermacam-macam, untuk memujanya dan mengagungkan dzatnya, jadi jelaslah, kalau kita mengagungkan tuhan, dengan menyebut keagungan nama- nama Tuhan seperti apa saja, Tuhan, tetaplah Tuhan. sebagaimana misalnya, kita menyebut matahari dengan nama apa saja, mata hari, ya tetap seperti itu (yang kita lihat). Kemudian, kenapa agama menggunakan pratima dalam memuja tuhan ? ini agar para pengikutnya (orang awam) tidak menjadi bingung, dimana dan menghadap kemana kita menyembah/memuja Tuhan.

Dengan memahami bahwa: keberadaan KA’bah bagi umat Islam tidak berbeda dengan keberadaan  lingga bagi umat Hindu, artinya sebagai lambang pemujaan kepada yang mutlak, maka sangatlah tidak benar, apa bila kita sesama umat beragama terjadi permusuhan dan pertentangan. Allah berfirman”Tidak ada paksaan dalam beragama” (al-baqarah-256). karena apapun alasannya permusuhan akan menghilangkan kesetabilan kehidupan yang berujung pada suatu kehancuran.

            Kami menghimbau kepada umat Hindu-Budha kususnya dan segenap umat beragama umumnya, mari kita tingkatkan kwalitas beragama dengan menjalankan ajaran agama dengan tertip, tidak ada agama di dunia ini yang menganjurkan keburukan pada umatnya, ciptakan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama, karena sebenarnya tiap-tiap pertentangan dalam masalah agama,  hanya karena ketidak tahuan masing-masing pemeluk agama terhadap hakikat Yang Ilahi  dan alam ciptaan-Nya, beserta peraturan-peraturan yang ditetapkan-Nya, orang Islam mencela Syiwa Budha, itu disebabkan mereka tidak tahu bahwa: di dalam Syiwa Budha terdapat ajaran rahasia adwayasastra (ilmu tauhid) mengesakan Tuhan. Umat Islam awam banyak yang tidak mengetahui kalau diantara umat Hindu terdapat ahli-ahli tauhid, yaitu orang yang tidak lagi menggunakan pratima dalam memuja-Nya, yaitu orang yang mengenal Syiwa melalui Kulatatwa, umat Islam awam juga banyak yang tidak menyadari kalau bersembahyang menghadap ke Ka’bah, itu sebenarnya mereka menggunakan pratima (ka’bah yang disebut rumah Tuhan/baitullah), sebagaimana penganut Syiwa Budha menggunakan lingga, yang membedakan ka’bah dan Syiwa lingga, adalah pratima ka’bah itu merupakan satu kiblat pemujaan umat islam diseluruh dunia, sedangkan Syiwa lingga berada di berbagai tempat, dimana-mana orang dapat memuja-Nya, jadi jelaslah bawa: ka’bah maupun Syiwa lingga adalah pratima Yang Ilahi yang berbentuk batu. Semoga sekilas ulasan ini bisa membuka hati kita untuk saling memahami dan menghargai, sehingga terciptalah kedamaian di bumi. Amin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s